Ituadalah salah satu contoh peranan angin dalam memindahkan materi alam. bumi. Menurut pendapat para ahli, sebab-sebab terjadinya gempa adalah sebagai berikut: 1. Runtuhnya gua-gua besar yang berada di bawah permukaan tanah. (rill erosion) adalah pengelupasan yang diikuti dengan pengangkutan partikel-partikel tanah olehaliran air Selaindengan pengukuran langsung, penentuan sedimen DAS dapat dilakukan dengan pendugaan. Pendugaan sedimen yang berkembang pada saat ini adalah menggunakan model terdistribusi. AGNPS adalah salah satu model terdistribusi yang dapat memprediksi erosi, puncak aliran permukaan (banjir) dan hasil sedimen yang baik (Guluda, 1996). Pembahasandan Penjelasan. Menurut saya jawaban A. Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google.. Menurut saya jawaban B. Program transmigrasi dari pemerintah adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Lahankering adalah salah satu ekosistem sumberdaya lahan yang dapat. digunakan untuk pembangunan pertanian. erosi alur (rill erosion), dan erosi parit (gully erosion). Erosi lembar merupakan. MT -1; Tanda (-) pada neraca hara berarti telah terjadi pengurasan hara atau penurunan status hara selama 4 tahun. Kasuskorupsi E-KTP ini merupakan salah satu kasus yang merugikan negara cukup besar dan dengan adanya kasus ini menyusahkan masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat atau warga yang mengalami kesulitan dalam menggurus KTP. Kasus korupsi ini telah terjadi mulai tahun 2010-an, sementara pengadaan E-KTP ini untuk tahun 2011-2012. 113 Salah satu tanda terjadinya rill erosion adalah A. terbentuknya alur-alur yang sangat jelas B. terdapat bercak-bercak pada permukaan tanah C. air yang ada dipermukaan berwarna keruh karena banyak mengandung partikel-partikel tanah yang terangkut bersama air D. warna tanah disekitar menjadi pucat 16 Berikut ini adalah salah satu usaha penduduk. untuk mengurangi tingkat erosi pada daerah. mi ring atau lereng gunung, yaitu . a. terassering (sengkedan) b. menggunakan kompos untuk mengu rangi. penguapan. c. mengadakan sistem pergiliran tanaman. d. mencegah penebangan hutan secara liar. e. reboisasi. 17. Ilmu yang mempelajari relief Erosiadalah peristiwa alami, dan berbagai benda di Bumi, seperti batu, tanah, dan beberapa benda lainnya, terkikis oleh air, angin, es, atau hujan. Apa yang dilakukan erosi? Kehilangan unsur hara dan kerusakan struktur tanah. Produktivitas tanah berkurang sehingga tidak dapat digunakan untuk produksi. dfvldn. Erosi disebut juga pengikisan atau kelongsoran adalah suatu proses atau peristiwa hilang atau terkikisnya lapisan permukaan tanah yang bergesar atau berpindah ke tempat lain disebabkan oleh pergerakan air, angin, es atau gravitasi yang berlangsung secara alamiah ataupun sebagai akibat dari tindakan/perbuatan manusia. Erosi bisa terjadi akibat interaksi antara faktor iklim, topografi, tanah, vegetasi dan manusia. Faktor iklim yang sangat berpengaruh terhadap erosi yaitu intensitas curah hujan. Kecuraman dan panjang lereng merupakan faktor topografi yang berpengaruh terhadap terjadinya erosi tanah. Luas kemiringan lereng, luas lahan kritis, luas tanah berkedalaman rendah sangat berpengaruh terhadap terjadinya erosi dan sedimentasi Arsyad, 2012. Berikut definisi dan pengertian erosi dari beberapa sumber buku Menurut Hardjowigeno 1995, erosi adalah suatu proses di mana tanah dihancurkan dan kemudian dipindahkan ke tempat lain oleh kekuatan air, angin, sungai atau gravitasi. Menurut Suripin 2002, erosi tanah adalah suatu proses atau peristiwa hilangnya lapisan permukaan tanah atas, baik disebabkan oleh pergerakan air maupun angin. Menurut Arsyad 2012, erosi adalah proses hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat yang terangkut oleh air atau angin ke tempat lain. Menurut Effendi 2006, erosi adalah suatu peristiwa hilang atau terkikisnya tanah atau bagian tanah dari satu tempat ke tempat lain, baik disebabkan oleh pergerakan air, angin,dan es. Menurut Kartasapoetra 2010, erosi merupakan proses penghanyutan tanah oleh desakan-desakan atau kekuatan air dan angin baik yang berlangsung secara alamiah ataupun sebagai akibat tindakan/perbuatan manusia. Jenis-jenis Erosi Menurut Asdak 2010, terdapat beberapa jenis erosi, yaitu sebagai berikut Erosi Percikan Splash erosion. Erosi Percikan adalah proses terkelupasnya partikel-prtikel tanah bagian atas oleh tenaga kinetik air hujan bebas atau sebagai air lolos. Erosi Kulit Shet Erosion. Erosi Kulit adalah erosi yang terjadi ketika lapisan tipis permukaan tanah di daerah berlereng terkikis oleh kombinasi air hujan dan air larian runoff. Erosi Alur rill erosion. Erosi Alur adalah pengelupasan yang diikuti dengan pengangkutan partikel-partikel tanah oleh aliran air larian yang terkonsentrasi di dalam saluran-saluran air. Erosi Parit gully erosion. Erosi Parit adalah sama dengan erosi alur, sehingga pada mulanya erosi parit ini dianggap sebagai kelanjutan dari erosi alur. Proses terjadinya erosi parit dikarenakan awal mulanya pembentukan depresi pada lereng sebagai akibat adanya bagian lahan atau tanaman penutupnya jarang akibat dari pembakaran atau perumputan. Erosi Tebing Sungai streambank erosion. Erosi Tebing Sungai adalah pengikisan tanah pada tebing-tebing sungai sungai dan penggerusan dasar sungai oleh aliran air sungai. Erosi Internal Sungai Internal or subsurfacace erosion. Erosi Internal adalah proses terangkutnya partikel-partikel tanah ke bawah masuk celah-celah atau pori-pori akibat adanya aliran bawah permukaan. Akibat erosi ini tanah menjadi kedap air dan udara, sehingga menurunkan kapasitas infiltrasi dan meningkatkan aliran permukaan atau erosi alur. Tanah Longsor land slide. Tanah Longsor merupakan bentuk erosi dimana pengangkutan atau gerakan masa tanah terjadi pada suatu saat dalam volume yang relatif besar. Berbeda dengan jenis erosi yang lain, pada tanah longsor pengangkutan tanah terjadi sekaligus dalam jumlah yang besar. Faktor Penyebab Terjadinya Erosi Terjadinya erosi dapat disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor alam dan faktor non alam. Faktor alam adalah faktor yang sudah ada di alam seperti iklim, kemiringan dan panjang lereng, sifat fisik tanah, tersedianya vegetasi penutup tanah. Sedangkan faktor non alam adalah faktor yang disebabkan oleh adanya campur tangan manusia. a. Faktor Iklim Intensitas hujan yang cukup tinggi akan menimbulkan erosi. Tetesan butiran-butiran hujan yang jatuh ke atas tanah mengakibatkan pecahnya agregat-agregat tanah yang diakibatkan oleh tetesan butiran hujan yang memiliki energi kinetik yang cukup besar. Jumlah hujan yang besar tidak selalu menyebabkan erosi berat jika intensitasnya rendah, dan sebaliknya hujan lebat dalam waktu singkat dapat menyebabkan sedikit erosi karena jumlah hujan hanya sedikit. Jika jumlah dan intensitas hujan keduanya tinggi, maka erosi tanah yang terjadi cenderung tinggi. b. Topografi Unsur topografi yang mempengaruhi erosi adalah kemiringan lereng dan panjang lereng. Makin besar kemiringan lereng, intensitas erosi air makin tinggi. Hal ini berkaitan dengan energi kinetik aliran limpas yang semakin besar sejalan dengan semakin besar kemiringan lereng. Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi erosi adalah kepekaan tanah atau erodibilitas tanah. Nilai erosi akan semakin besar dengan semakin besarnya nilai erodibilitas suatu tanah. c. Vegetasi Vegetasi merupakan lapisan pelindung atau penyangga antara atmosfer dan tanah. Suatu vegetasi penutup tanah yang baik seperti rumput yang tebal atau rimba yang lebat akan menghilangkan pengaruh hujan dan topografi terhadap erosi. Penebangan hutan pepohonan secara serentak atau tebang habis mengakibatkan kerusakan tanah khususnya di lapisan permukaan dengan ditandai antara lain penurunan kadar bahan organik, penurunan laju infiltrasi dan penurunan jumlah ruangan pori makro. d. Tanah Kerusakan yang dialami pada tanah tempat erosi terjadi berupa kemunduran sifat-sifat kimia dan fisika tanah seperti kehilangan unsur hara dan bahan organik, dan meningkatnya kepadatan serta ketahanan penetrasi tanah, menurunnya kapasitas infiltrasi tanah serta kemampuan tanah menahan air. e. Manusia Kegiatan kegiatan yang berkaitan dengan perubahan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap erosi, misalnya perubahan penutupan tanah akibat penggundulan atau pembabatan hutan untuk pemukiman, lahan pertanian, atau gembalaan. Perubahan topografi secara mikro akibat penerapan terasering, penggemburan tanah dengan pengolahan, serta pemakaian stabiliter dan pupuk yang berpengaruh pada struktur tanah. Daftar Pustaka Arsyad, S. 2012. Konservasi Tanah dan Air. Bogor IPB Press. Hardjowigeno, S. 1995. Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan PertanianDaerah Rekreasi dan Bangunan. Bogor Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat IPB. Suripin. 2002. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Yogyakarta PenerbitAndi. Pasandaran, Effendi. 2006. Alternatif Kebijakan Pengendalian Konversi Lahan Sawah Beririgasi di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian Volume 25 Tahun 2006. Kartasapoetra, dan Sutedjo, 2010. Teknologi Konservasi Tanah dan Air. Jakarta Rineka Cipta. Asdak, Chay. 2010. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Air Sungai. Yogyakarta Gadjah Mada University Press Yogyakarta. Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan, creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi. Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca, yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik, atau gabungan keduanya. Erosi sebenarnya merupakan proses alami yang mudah dikenali, namun di kebanyakan tempat kejadian ini diperparah oleh aktivitas manusia dalam tata guna lahan yang buruk, penggundulan hutan, kegiatan pertambangan, perkebunan dan perladangan, kegiatan konstruksi / pembangunan yang tidak tertata dengan baik dan pembangunan jalan. Tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian biasanya mengalami erosi yang jauh lebih besar dari tanah dengan vegetasi alaminya. Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian meningkatkan erosi, karena struktur akar tanaman hutan yang kuat mengikat tanah digantikan dengan struktur akar tanaman pertanian yang lebih lemah. Bagaimanapun, praktik tata guna lahan yang maju dapat membatasi erosi, menggunakan teknik semisal terrace-building, praktik konservasi ladang dan penanaman pohon. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Erosi Serta Metode Konservasi Tanah Secara Lengkap Jenis-Jenis Erosi Jenis Jenis Erosi ada beberapa macam menurut proses terjadinya yaitu Erosi oleh Air Erosi ini dapat terjadi dalam beberapa bentuk Splash erosion erosi oleh butiran air hujan yang jatuh ke tanah. Karena benturan butiran air hujan, partikel-partikel tanah yang halus terlepas dan terlempar ke udara. Sheet erosion erosi oleh air yang jatuh dan mengalir di permukaan tanah secara merata sehingga partikel-partikel tanah yang hilang merata di permukaan tanah. Permukaan tanah menjadi lebih rendah secara merata. Erosi ini terjadi bila permukaan tanah memiliki ketahanan terhadap erosi yang relatif seragam. Riil erosion erosi oleh air yang mengalir di permukaan tanah dengan membentuk alur-alur kecil dengan kedalaman beberapa senti meter. Erosi ini terjadi pada permukaan tanah yang landai dan memiliki daya tahan yang seragam terhadap erosi. Gully erosion erosi oleh air yang mengalir di permukaan tanah yang miring atau di lereng perbukitan yang membentuk alur-aluryang dalam dan lebarnya mencapai beberapa meter, dan berbentuk ā€œVā€. Valley erosion erosi oleh air yang mengalir di daerah perbukitan yang membentuk lembah-lembah sungai atau lereng-lereng perbukitan. Alur atau lembah berbentuk berbentuk ā€œVā€. Erosi dominan secara vertikal. Stream erosion erosi oleh air dalam bentuk aliran sungai. Lembah sungai berbentuk ā€œUā€. Terjadi erosi lateral yang makin ke hilir makin dominan dan dapat membentukaliran sungai bermeander.. Jika tingkat curah hujan berlebihan sedemikian rupa sehingga tanah tidak dapat menyerap air hujan maka terjadilah genangan air yang mengalir kencang. Aliran air ini sering menyebabkan terjadinya erosi yang parah karena dapat mengikis lapisan permukaan tanah yang dilewatinya, terutama pada tanah yang gundul. Pada gambar 8 dapat dilihat bahwa akibat erosi air yang terjadi di El Paso County, Colorado, Amerika Serikat. Pada dasarnya air merupakan faktor utama penyebab erosi seperti aliran sungai yang deras. Makin cepat air yang mengalir makin cepat benda yang dapat terkikis. Pasir halus dapat bergerak dengan kecepatan 13,5 km perjam yang merupakan kecepatan erosi yang kritis. Air sungai dapat mengikis tepi sungai dengan tiga cara pertama gaya hidrolik yang dapat memindahkan lapisan sedimen, kedua air dapat mengikis sedimen dengan menghilangkan dan melarutkan ion dan yang ketiga pertikel dalam air membentur batuan dasar dan mengikisnya. Air juga dapat mengikis pada tiga tempat yaitu sisi sungai, dasar sungai dan lereng atas sungai. Erosi oleh gelombang Erosi terjadi oleh gelombang laut yang memukul ke pantai. Erosi dapat dibedakan menjadi Erosi oleh pukulan gelombang yang memukul ke tebing pantai. Pukulan gelombang menyebabkan batuan pecah berkeping-keping. Abrasi atau corrasi abrasion / corrasion erosi oleh material yang diangkut gelombang ketika gelombang memukul ke tebing pantai. Erosi oleh Angin Erosi ini terjadi oleh angin yang bertiup. Erosi ini terjadi di daerah yang tidak bervegetasi atau bervegetasi sangat jarang di daerah gurun atau pesisir. Erosi ini dapat dibedakan menjadi Deflasi erosi oleh angin yang bertiup dan menyebabkan material lepas yang haalus terangkut. Abrasi erosi oleh material-material halus yang diangkut oleh angin ketika angin menerpa suatu batuan. Erosi oleh Es Erosi ini terjadi oleh gerakan massa es dalam bentuk gletser. Gletser dapat menyebabkan abrasi atau penggerusan oleh material-material yang diangkutnya; dapat menyebabkan retakan pada batuan karena terurut ketika gletser bergerak. Erosi karena Gravitasi Batuan atau sedimen yang bergerak terhadap kemiringannya merupakan proses erosi yang disebabkan oleh gaya berat massa. Ketika massa bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah maka terjadilah apa yang disebut dengan pembuangan massa. Dalam proses terjadinya erosi, pembuangan massa memiliki peranan penting karena arus air dapat memindahkan material ke tempat-tempat yang jauh lebih rendah. Proses pembungan massa terjadi terus menerus baik secara perlahan maupun secara tiba-tiba sehingga dapat menimbulkan bencana tanah longsor. Erosi oleh Organisme Erosi ini terjadi karena aktifitas organisme yang melakukan pemboran, penggerusan atau penghancuran terhadap batuan. Erosi ini disebut juga bioerosion. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Relief Daratan, Gambar, Bentuk Dan Contohnya Macam Erosi Ablasi Ablasi adalah suatu erosi yang dikarenakan oleh air yang mengalir. Air yang mengalir tersebut menimbulkan banyak gesekan terhadap suatu tanah yang dilaluinya. Besarnya gesekan pada suatu tanah dipengaruhi oleh adanya besarnya air yang mengalir. Gesekan tersebut akan semakin besar apabila kecepatan serta jumlah air semakin besar. Erosi Ablasi ini yang dikarenakan oleh air yang mengalir dibagi menjadi beberapa tingkatan, sesuai dengan tingkatan kerusakannya, antara lain sebagai berikut, Erosi percik Splash Erosion Erosi percik adalah suatu proses pengikisan yang terjadi oleh percikan suatu air. Percikan itu berupa partikel tanah didalam jumlah yang kecil serta juga diendapkan di tempat lain. Erosi lembar Sheet Erosion Erosi lembar adalah suatu proses pengikisan tanah yang tebalnya sama atau juga merata didalam suatu permukaan tanah. Erosi alur Rill Erosion Erosi alur terjadi disebabkan air yang mengalir berkumpul didalam suatu cekungan, sehingga pada cekungan tersebut terjadi suatu erosi tanah yang lebih besar. Alur-alur akibat erosi tersebut dapat dihilangkan dengan melalui cara pengolahan tanah biasa. Erosi parit Gully Erosion Proses terjadinya erosi parit tersebut sama halnya dengan erosi alur, namun saja saluran-saluran yang terbentuk sudah dalam, sehingga tidak dapat untuk dihilangkan dengan pengolahan tanah yang biasa. Abrasi Abrasi adalah suatu erosi yang disebabkan oleh air laut ialah sebagai hasil dari erosi marine. Tinggi rendahnya suatu erosi akibat air laut tersebut dipengaruhi oleh besar kecilnya suatu kekuatan gelombang. Erosi oleh air laut merupakan suatu pengikisan pada pantai oleh pukulan gelombang laut yang terjadi dengan secara terus-menerus terhadap dinding pantai. Bentang alam yang disebabkan oleh erosi air laut, antara lain ialah sebagai berikut cliff tebing terjal, notch takik, gua di pantai, wave cut platform punggungan yang terpotong gelombang, tanjung, dan teluk. Cliff tersebut terbentuk dikarenakan gelombang air melemahkan batuan di pantai. Pada awalnya, gelombang tersebut meretakan batuan di pantai,yang kemudian retakan tersebut semakin membesar serta membentuk notch yang semakin didalam akan membentuk gua. Akibat dari diterjang gelombang dengan secara terus menerus , akan mengakibatkan atap gua runtuh serta membentuk cliff dan juga wave cut platform. Eksarasi Eksarasi adalah suatu erosi yang disebabkan oleh hasil pengerjaan es. Jenis erosi eksarasi ini hanya terjadi didaerah yang mempunyai musim salju atau juga di daerah pegunungan tinggi. Proses terjadinya erosi eksarasi ini, diawali oleh turunnya salju di suatu lembah dilereng atau juga perbukitan. Lama kelamaan salju ituakan menumpuk pada lembah, sehingga akan menjadi padat serta juga terbentuklah massa es yang berat. Berkat gaya gravitasi, massa es itu akan merayap menuruni lereng pegunungan atau juga perbukitan. Deflasi Deflasi adalah suatu erosi yang disebabkan oleh tenaga angin. Pada awalnya angin tersebut hanya menerbangkan pasir dan juga debu, namun tetapi kedua benda itu dijadikan senjata untuk menghantam batuan yang lebih besar, sehingga pasir dan debu itu akan mengikis batuan tersebut. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Geologi – Pengetahuan, Alam, Sejarah,Ilmu, Cabang Ilmu, Contohnya Dampak Akibat Erosi Dampak dari erosi adalah menipisnya lapisan permukaan tanah bagian atas, yang akan menyebabkan menurunnnya kemampuan lahan degradasi lahan. Akibat lain dari erosi adalah menurunnya kemampuan tanah untuk meresapkan air infiltrasi. Penurunan kemampuan lahan meresapkan air ke dalam lapisan tanah akan meningkatkan limpasan air permukaan yang akan mengakibatkan banjir di sungai. Selain itu butiran tanah yang terangkut oleh aliran permukaan pada akhirnya akan mengendap di sungai sedimentasi yang selanjutnya akibat tingginya sedimentasi akan mengakibatkan pendangkalan sungai sehingga akan memengaruhi kelancaran jalur pelayaran. Erosi dalam jumlah tertentu sebenarnya merupakan kejadian yang alami, dan baik untuk ekosistem. Misalnya, kerikil secara berkala turun ke elevasi yang lebih rendah melalui angkutan air. erosi yang berlebih, tentunya dapat menyebabkan masalah, semisal dalam hal sedimentasi, kerusakan ekosistem dan kehilangan air secara serentak. Banyaknya erosi tergantung berbagai faktor. Faktor Iklim, termasuk besarnya dan intensitas hujan / presipitasi, rata-rata dan rentang suhu, begitu pula musim, kecepatan angin, frekuensi badai. faktor geologi termasuk tipe sedimen, tipe batuan, porositas dan permeabilitasnya, kemiringn lahan. Faktor biologis termasuk tutupan vegetasi lahan,makhluk yang tinggal di lahan tersebut dan tata guna lahan ooleh manusia. Umumnya, dengan ekosistem dan vegetasi yang sama, area dengan curah hujan tinggi, frekuensi hujan tinggi, lebih sering kena angin atau badai tentunya lebih terkena erosi. sedimen yang tinggi kandungan pasir atau silt, terletak pada area dengan kemiringan yang curam, lebih mudah tererosi, begitu pula area dengan batuan lapuk atau batuan pecah. porositas dan permeabilitas sedimen atau batuan berdampak pada kecepatan erosi, berkaitan dengan mudah tidaknya air meresap ke dalam tanah. Jika air bergerak di bawah tanah, limpasan permukaan yang terbentuk lebih sedikit, sehingga mengurangi erosi permukaan. Sedimen yang mengandung banyak lempung cenderung lebih mudah bererosi daripada pasir atau silt. Dampak sodium dalam atmosfir terhadap erodibilitas lempung juga sebaiknya diperhatikan Faktor yang paling sering berubah-ubah adalah jumlah dan tipe tutupan lahan. Pada hutan yang tak terjamah, minerla tanah dilindungi oleh lapisan humus dan lapisan organik. kedua lapisan ini melindungi tanah dengan meredam dampak tetesan hujan. lapisan-lapisan beserta serasah di dasar hutan bersifat porus dan mudah menyerap air hujan. Biasanya, hanya hujan-hujan yang lebat kadang disertai angin ribut saja yang akan mengakibatkan limpasan di permukaan tanah dalam hutan. bila Pepohonan dihilangkan akibat kebakaran atau penebangan, derajat peresapan air menjadi tinggi dan erosi menjadi rendah. kebakaran yang parah dapat menyebabkan peningkatan erosi secara menonjol jika diikuti denga hujan lebat. dalam hal kegiatan konstruksi atau pembangunan jalan, ketika lapisan sampah / humus dihilangkan atau dipadatkan, derajad kerentanan tanah terhadap erosi meningkat tinggi. Pembangunan jalan, secara khusus memungkinkan terjadinya peningkatan derajat erosi, karena, selain menghilangkan tutupan lahan, jalan dapat secara signifikan mengubah pola drainase, apalagi jika sebuah embankment dibuat untuk menyokong jalan. Jalan yang memiliki banyak batuan dan hydrologically invisible dapat menangkap air secepat mungkin dari jalan, dengan meniru pola drainase alami memiliki peluang besar untuk tidak menyebabkan pertambahan erosi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Ekosistem Dan Contohnya Secara Lengkap Pencegahan Erosi Usaha untuk mencegah erosi di lakukan dengan pengolahan pada tanah. Usaha ini sering disebut konservasi tanah. Untuk mengetahui cara konservasi tanah, sebelumnya harus mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya erosi dan peranannya. Faktor iklim, terutama curah hujan dapat menyebabkan erosi. Curah hujan yang tinggi dengan intensitas yang lama sangat mendukung terjadinya erosi. Salah satu contoh pengendalian faktor ini dapat dilakukan dengan membuat saluran air, sehingga air hujan yang jatuh dapat diatur dan akan dimanfaatkan untuk irigasi. Pada umumnya erosi berpengarruh buruk terhadap tanah pertanian. Erosi dapat dikurangi atau dicegah dengan cara – cara sebagai berikut Pengolahan tanah, areal tanah yang diolah dengan penanaman tanaman, penataan tanaman yang teratur akan mengurangi tingkat erosi. Pemasangan tembok batu rangka besi, dengan membuat tembok batu menggunakan rangka besi, erosi di tepi sungai dapat dikurangi. Reboisasi, menanami kembali daerah – daerah hutan yang gundul. Membuat tersering atau teras bertingkat – tingkat di lereng gunung atau tanah yang miring. Menjalankan Tumpang sari, menanam tanaman yang secara selang seling dengan waktu panen yang berbeda. Mengadakan counter plowing, yaitu pembajakan yang searah dengan kontur. Pembuatan pemecah angin dan gelombang, misal dengan menanam pohon. Menanami hutan bakau di tepi pantai. Membangun bangunan – bangunan pemecah ombak pada pantai – pantai yang bertebing curam. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Dan Jenis Sedimentasi Proses dan Faktor Terjadinya Erosi Erosi merupakan proses alam yang terjadi di banyak lokasi yang biasanya semakin diperparah oleh ulah manusia. Proses alam yang menyebabkan terjadinya erosi adalah karena faktor curah hujan, tekstur tanah, tingkat kemiringan dan tutupan tanah. Setiap permasalahan sudah tentu memiliki penyebab, begitu pula dengan erosi. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya erosi diantaranya adalah Iklim Iklim dapat mempengaruhi erosi oleh karena menentukan indeks erosifitas hujan. Selain itu,komponen iklim yaitu curah hujan dapat mempengaruhi laju erosifitas secara terus menerussesuai intensitas hujan yang terjadi. Tanah Sedang tanah dengan sifat-sifatnya itu dapat menentukan besar kecilnya laju pengikisan erosidan dinyatakan sebagai faktor erodibilitas tanah kepekaan tanah terhadap erosi atau ketahanantanah terhadap adanya erosi. Topografi Kemampuan tanah terbawa air erosi dipengaruhi oleh topografi suatu wilayah. Kondisi wilayahyang dapat menghanyutkan tanah sebagai sedimen erosi secara cepat adalah wilayah yangmemiliki kemiringan lereng yang cukup besar. Sedangkan pada wilayah yang landai akan kurangintensif laju erosifitasnya, karena lebih cenderung untuk terjadi penggenangan. Tanaman Penutup Tanah Tanaman penutup tanah vegetasi berperan untuk menjaga agar tanah lebih aman dari percikan-percikan yang terjadi akibat jatuhnya air hujan ke permukaan tanah. Selain melindungi daritimpaan titik-titik hujan, vegetasi juga berfungsi untuk memperbaiki susunan tanah denganbantuan akar-akar yang menyebar. Manusia Manusia dapat berperan sebagai penyebab cepatnya laju erosi maupun menekan laju proses mempercepat erosi, manusia banyak melakukan kesalahan dalam pengelolaanlingkungan, seperti penambangan, eksploitasi hutan, pengerukan tanah, dan lain dalam penanggulangan laju erosi, manusia dapat melakukan evaluasi konservasilahan dengan cara reboisasi, pembuatan terasering pada areal pertanian,dan lain-lain. Beberapa erosi pada suatu lapisan permukaan tanah antara ain sebagai beirkut Banyak sedikitnya curah hujan, semakin banyak curah hujan, maka semakin besar pula resiko tanah mengalami erosi dan juga sebaliknya Tekstur tanah, tanah yang resisten terhadap aliran air akan sulit tererosi daripada tanah yang tidak resisten. Kemiringan tanah, semkain miring tanah maka semakin besar pula resiko erosinya. Tutupan tanah atau vegetasi tanah, tanah yang gundul tanpa ada tutupan dari pepohonan akan lebih mudah mengalami erosi daripada tanah yang memiliki pepohonan diatasnya. Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Erosi? Mungkin anda pernah mendengar kata Erosi? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, macam, penyebab, dampak, cara, keuntungan, kerugian dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Pengertian Erosi Erosi adalah suatu peristiwa pengikisan tanah, sedimen, batuan dan pertikel lain, akibat angin, air atau es dan kerekteristik hujan. Bencana alam yang satu ini juga melibatkan pengaruh gravitasi sebab material yang dibawa angin, es ataupun air akan terkumpul di titik yang lebih rendah. Meski terlihat sederhana, namun akibat yang ditimbulkan oleh erosi ini cukup serius. Macam-Macam Erosi Berikut ini terdapat beberapa macam-macam erosi, yakni sebagai berikut 1. Erosi Permukaan Erosi permukaan ialah pengangkutan lapisan tanah yang merata tebalnya dari suatu permukaan bidang tanah. Kekuatan jatuh butir-butir hujan dan aliran air dipermukaan tanah merupakan penyebab utama erosi ini. 2. Erosi Alur Erosi alur ialah erosi yang terjadi akibat terkonsentrasinya air pada tempat terperciknya partikel-partikel tanah yang kemudian membentuk aliran ke bawah. 3. Erosi Parit Proses terjadinya sama dengan erosi alur tetapi saluran-saluran yang terbentuk sudah sedemikian dalamnya sehingga tidak dapat dihilangkan dengan pengolahan tanah biasa. Erosi parit yang baru terbentuk berukuran sekitar 40 cm lebar dan dalamnya sekitar 25 cm. Erosi parit yang telah lanjut dapat mencapai 30 meter dalamnya. 4. Erosi Tebing Sungai Erosi tebing sungai terjadi sebagai akibat pengikisan tebing oleh air yang mengalir dari bagian atas atau oleh terjangan arus air yang kuat pada kelokan sungai. Erosi tebing akan lebih hebat jika vegetasi penutup tebing telah habis atau jika dilakukan pengelolaan terlalu dekat dengan tebing. 5. Longsor Longsor adalah suatu bentuk erosi yang pengangkutan atau pemindahan tanahnya terjadi pada suatu saat dalam volume yang besar. 6. Erosi Internal Erosi internal ialah terangkutnya butir-butir primer kebawah kedalam celah-celah atau pori-pori tanah, sehingga tanah menjadi kedap air dan udara. Erosi ini menyebabkan menurunnya kapasitas infiltrasi tanah dengan cepat sehingga aliran permukaan meningkat yang menyebabkan erosi lembar dan erosi alur. Penyebab Terjadinya Erosi Berikut ini terdapat beberapa penyebab terjadinya erosi, yakni sebagai berikut Iklim Seperti telah dijelaskan sebelumnya, erosi sebenarnya adalah perisitwa yang alamiah. Salah satu peristiwa alam yang memicu terjadinya pengikisan tanah, bebatuan serta sedimen lainnya adalah iklim, khususnya curah hujan. Erosifitas akan semakin meningkat seiring dengan tinginya intensitas laju hujan. Jadi, jangan heran jika di musim penghujan Anda sering mendengar berita erosi, utamanya di wilayah dengan kondisi tanah yang kurang baik. Tanah Kondisi fitur alam yang satu ini ikut menentukan erosifitas. Tanah memiliki sifat yang mudah rusak. Kerusakannya bisa saja berupa menurunnya kemampuan menahan air, unsur hara juga bahan organik yang minim, kapasitas infiltrasi yang menurun, kepadatan yang meningkat, penetrasi tanah yang buruk juga struktur tanah yang kurang lengkap juga menjadi faktor pemicu terjadinya erosi. Tanaman Penutup Tanah Absennya vegetasi dalam menjaga tanah merupakan pemicu terjadinya erosi yang hebat. Mengapa? Sebab kemampuan tanah menyimpan dan mengunci air juga dipengaruhi banyak oleh akar dari vegetasi tersebut. Selain itu, akar dari vegetasi terseut juga berperan sebagai pengunci tanah serta memperbaiki strukturnya oleh karena akar-akarnya yang menyebar. Jadi, ingin meminimalisir erosi? Rajinlah menanam pohon. Manusia Tahukah Anda bahwa banyak aktifitas manusia yang menjadi penyebab erosi? Kegiatan tersebut secara umum mengeksploitasi lingkungan secara berlebihan sehingga ketika alam mulai melakukan siklus erosi alamiah, dampaknya menjadi sangat buruk bagi umat manusia. Adapun kegiatan yang dimaksud antara lain penambangan, pengerukan tanah, eksploitasi hutan serta kegiatan berorientasi ekonomi lainnya. Topografi Laju erosi juga bisa diperparah oleh kondisi topofrafi suatu wilayah. Umumnya, erosifikasi sangat intens terjadi di wilayah dengan tingkat kemiringan yang landai. Misalnya saja di wilayah pegunungan. Terlebih jika tanah di gunung tersebut tidak dilindungi oleh vegetasi. Grafitasi serta air hujan akan membuat sedimen di wilayah itu mudah luluh lantak. Dampak Terjadinya Erosi Berikut ini terdapat 2 dampak terjadinya erosi, yakni sebagai berikut 1. Dampak Erosi dari Dalam Dampak yang satu ini merupakan gejala yang bisa kita jumpai dan lihat langsung di titik erosi yaitu penurunan produktifitas tanah sebab kondisi tanah pasca erosi memang kritis. Peristiwa erosi mempengaruhi kesuburan tanah sebab erosi menyebabkan pertikel dalam tanah hilang, struktur tanah rusak, daya tamping tanah menurun, tanah kehilangan unsur hara juga senyawa organiknya serta masih banyak lagi lainnya. 2. Dampak Erosi dari Luar Dampak yang satu ini ialah gejala paska erosi yang bisa dijumpai di titik akhir material erosi terbawa. Bentuk dampak ini bermacam-macam, antara lain terjadinya pelumpuran serta pendangkalan waduk, terjadinya penimbunan lahan pertanian juga bangunan, kualitas air yang memburuk, serta ekosistem perairan yang merugi. Cara Mencegah Terjadinya Erosi Berikut ini terdapat beberapa cara mencegah terjadinya erosi, yakni sebagai berikut Countur Farming Merupakan dengan melakukan penanaman pada lahan dengan berdasar pada garis kontur. Dengan demikian, sistem perakarannya bisa amembantu menahan tanah. Terassering Merupakan dengan melakukan penanaman berdasarkan sistem teras demit eras. Tujuannya untuk mencegah terjadinya erosi pada tanah yang dipicu oleh pengaruh kuat gravitasi. Membuat Tanggul Pasangan Merupakan langkah untuk menahan hasil erosi. Contour Plowing Merupakan dengan membajak tanah searah dengan garis kontur. Dengan demikian akan muncul alur tanam yang horizontal. Contour Strip Cropping Merupakan dengan melakukan kegiatan bercocok tanam dan membagi bidang-bidang pada tanah tersebut dalam bentuk yang sempit juga memanjang. Pemetaan ini harus ikut pada garis kontur dengan demikian bentuknya akan berbelok-belok. Crop Rotation Merupakan usaha untuk mencegah erosi dengan cara mengganti jenis tanaman yang menjadi komoditi pertanian agar tanah pada lahan tani tidak terkuras unsur haranya karena diisap secara terus menerus oleh tanaman yang itu-itu saja. Pemupukan Cara mencegah erosi yang satu ini bertujuan untuk mengembalikan vitalitas tanah sehingga ia tidak akan mudah tergerus oleh air, es maupun angin. Reboisasi Langkah ini sangat signifikan. Dengan menanami kembali lahan gundul maka potensi erosi bisa ditekan seminimal mungkin. Langkah reboisasi ini juga harus bersinergi dengan pelarangan menebang pepohonan sembarangan utamanya di daerah yang rawan erosi. Drainase Merupakan dengan mengatur sirkulasi air demi untuk memaksimalkan kesuburan tanah. Ingat, tanah yang subur lebih solid dan tidak mudah terkikis. Keuntungan Terjadinya Erosi Di atas telah disebutkan bahwa erosi merupakan kunci bagi proses transportasi sedimen dan proses sedimentasi. Keuntungan dari proses erosi ini dengan demikian harus kita lihat dari sudut pandang yang lebih luas dan menyeluruh. Kita harus melihat bahwa erosi menguntungkan karena tanpa erosi maka sedimentasi tidak akan terjadi. Tanpa erosi, maka tak kan ada sedimentasi, maka tidak akan ada lahan persawahan dataran rendah yang subur. Tanpa erosi di darat, maka tak kan ada sedimentasi di pantai atau laut dalam, maka tidak akan ada delta-delta atau endapan laut yang darinya kita mendapatkan minyak dan gas bumi. Dari sudut pandang sumberdaya mineral diingatkan oleh Sani JR tanggal 12 Sep 2009 tetapi baru di update malam ini 6 Nop 2010, erosi berarti dua hal yaitu Erosi menyebar rahasia keberadaan mineral yang berada di dalam bumi sehingga dapat diketahui melalui penyebaran material hasil erosi melalui alur-alur sungai. Para ahli geokimia mencari endapan mineral salah satu caranya adalah Ƃ dengan cara melacak melalui endapan di aliran sungai. Erosi dapat menyebabkan endapan mineral yang terdapat jauh di dalam bumi tersingkap ke permukaan bumi sehingga dapat ditemukan dan dimanfaatkan oleh manusia. Kerugian Terjadinya Erosi Sebagaimana halnya proses alam lainnya, erosi dikatakan merugikan bila mengenai kepentingan manusia secara langsung dan segera dirasakan pengaruhnya. Berikut ini beberapa kerugian karena erosi Kehilangan tanah yang subur di daerah pertanian atau perkebunan yang mengalami erosi. Erosi permukaan tanah menyebabkan humus tanah yang subur di suatu kawasan hilang terbawa ke tempat lain. Pembuatan lahan persawahan berteras di daerah berlereng merupakan salah satu upaya mengurangi kerugian karena erosi ini. Kehilangan lahan secara fisik dan berbagai objek di atasnya. Contoh dari kondisi ini adalah erosi yang terjadi di sepanjang tepi aliran sungai atau tepi pantai. Erosi menyebabkan kehilangan lahan. Bila di atas lahan itu ada rumah, jalan atau berbagai objek lainnya, maka semuanya akan turut hilang bersamaan dengan hilangnya lahan karena erosi itu. Contoh Erosi Dibawah ini adalah beberapa contoh dari erosi yakni sebagai berikut 1. Erosi lembar sheet erotion Gambar di bawah ini menunjukkan lahan yang terjadi erosi lembar. 2. Erosi alur riil erotion Contoh erosi alur dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 3. Erosi parit gully erotion Ƃ Gambar di bawah ini adalah contoh erosi parit di daerah Hungaria. 4. Erosi sungai atau saluran Contoh erosi yang terjadi di sungai dapat dilihat seperti gambar di bawah ini. Demikian Penjelasan Materi Tentang Erosi Adalah Pengertian, Macam, Penyebab, Dampak, Cara, Keuntungan, Kerugian dan Contoh Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi