yangmudah dibaca, d) komponen gambar, ilustrasi, dan kalimat seimbang, e) kreatif dalam menyusun tata letak 4) Syarat penggunaan18 yaitu berhubungan dengan validitas dan efektifitas LKS berbasi RME berdasarkan metode project baesd learning. Dalam konteks penelitian ini bahwa validitas LKS berbasis RME berdasarkan metode project baesd learning
ISSN2085-4579 Penerapan Sistem E-Learning pada Komunitas Pendidikan Sekolah Rumah (Home Schooling) Winarno1, Johan Setiawan2 1 Program Studi Teknik Informatika, Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Indonesia pmwinarno@ Program Studi Sistem Informasi, Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Indonesia johan@umn.ac.id
Liputan6.com, Jakarta Pembelajaran elektronik atau e-learning adalah suatu metode pembelajaran, yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung proses belajar-mengajar. Metode ini memanfaatkan media elektronik seperti komputer, internet, multimedia, dan perangkat mobile untuk memberikan materi pembelajaran kepada siswa.
Di antaranya, online learning, internet-enabled learning, virtual learning, atau web-based learning. Fungsi E-Learning bagi Pembelajaran Setidaknya ada tiga fungsi pembelajaran berbasis komputer dan jaringan terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas ( classroom instruction ).
a. Jenis-Jenis E-Learning. Model-model e-learning pembelajan Daring penuh terbagi ke dalam beberapa jenis. Adapaun jenisnya sebagai berikut : 1. Web-Based Learning. Pembelajaran berbasis Websiate learning dimana proses pembelajaran dilakukan melalui dalam jaringan dengan memanfaatkan Learning Management System.
Komponenkomponen pendukung e-learning adalah sebagai berikut: Perangkat keras ( hardware ): komputer, laptop, netbook, maupun tablet. Perangkat lunak ( software ): Learning Management System (LMS), Learning Content Management System (LCMS), Social Learning Network (SLN). Infrastruktur: Jaringan intranet maupun internet.
Hanya saja untuk penggunaannya sendiri, e-Learning memiliki fungsi yang berbeda. Secara singkat, kita memiliki beberapa model pembelajaran e-Learning yang dikenal dengan blended learning, flipped class room, online school.
3 Teknologi Pendukung E-Learning. Dalam prakteknya E-Learning memerlukan bantuan teknologi. Dalam perkembangannya, komputer yang paling populer dipakai sebagai alat bantu pembelajaran secara electronic, karena itu dikenal dengan istilah : • computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer.
tZbiEav. Jenis Jenis Software pendukung e-Learning – Untuk melaksanakan pembelajaran kelas tanwujud atau e-learning diperlukan beberapa komponen pendukung. Onderdil-komponen pendukung e-learning adalah sebagai berikut Perangkat keras hardware komputer, laptop, netbook, ataupun tablet. Perangkat panjang hati software Learning Management System LMS, Learning Content Management System LCMS, Social Learning Network SLN. Infrastruktur Jaringan intranet ataupun internet. Konten pembelajaran. Strategi interaksi/komunikasi pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran. Lebih khusus menganai perangkat lunak atau software cak semau banyakn keberagaman jenis software yang bisa digunakan cak bagi mendukung e-learning. Dalam pelaksanaan inferior maya dimanfaatkanlah berbagai perangkat kepala dingin/aplikasi/sistem yang pada umumnya berbasis web. Walaupun banyak sekali variasi-jenis software yang dapat digunakan, namun secara umum dikenal dua jenis software yaitu yaitu Learning Management System LMS dan Learning Content Management System LCMS. Dan kemudian intern perkembangan selanjutnya, seiring meluasnya pemanfaatan Social Network SN khususnya Facebook, muncullah petisi Social Learning Network SLN sebagai salah satu alternatif bentuk kelas maya. Penjelasan singkat akan halnya Macam Diversifikasi Software pendukung e-Learning Learning Management System LMS Menurut Courts dan Tucker 2012, Learning Management System atau LMS adalah petisi yang digunakan cak bagi mengelola pembelajaran, mengapalkan konten content delivery system, dan melacak aktivitas daring seperti memastikan kerelaan n domestik papan bawah maya, memastikan hari penumpukan tugas, dan melacak hasil pencapaian murid. Padahal menurut Kerschenbaum 2009, LMS yakni sebuah tuntutan yang berfungsi mengadministrasikan secara faali berbagai kegiatan pembelajaran. Guru dapat menggunakan aplikasi ini kerjakan berbagi mata air sparing, berinteraksi, dan berdiskusi dengan siswa, menampilkan embaran, menjatah tugas maupun ujian, serta menerimakan penilaian, sedangkan siswa dapat membaca materi membiasakan, menjawab cak bertanya, berdiskusi, serta mengapalkan tugas dan menjawab soal-soal ujian. Contoh berbunga LMS antara lain; Moodle, Edmodo, Dokeos, aTutor, Google Classroom, dll. Learning Content Management System LCMS Menurut Kerschenbaum 2009, Learning Content Management System LCMS adalah sebuah aplikasi yang digunakan oleh pemilik konten kerjakan mendaftar register, menyimpan store, menggabungkan assembly, mengelola manage, dan memublikasikan publish konten pembelajaran melampaui web, atau dalam bentuk cetak, maupun CD. Secara makin rinci, LCMS adalah sebuah aplikasi untuk mengurus konten pembelajaran. LCMS tidak hanya dapat membuat, ikutikutan, dan menyediakan modul-modul pembelajaran, tetapi pula mengelola dan menyunting edit semua bagian yang membentuk sebuah katalog. Contoh dari LCMS antara lain; Claroline, e-doceo solutions. Perbedaan LMS dan LCMS Perbedaan terdahulu bermula LMS dan LCMS ialah LMS merupakan media interaksi antara siswa dan guru, sedangkan LCMS adalah media yang digunakan oleh penulis konten maupun perusahaan penerbit konten. Berlandaskan fungsinya LMS dan LCMS dapat dibedakan ibarat berikut. LMS LCMS Pembukuan dan administrasi siswa Ekspansi konten secara bersama collaborative content development nan dilengkapi dengan template Pengelolaan aktifitas kelas Pengelolaan konten Pengelolaan kurikulum dan sertifikasi Publikasi Tata kompetensi Integrasi Silsilah Kerja Workflow integration Pelaporan Antar paras yang terintegrasi dengan LMS Manajemen sejarah pembelajaran – Menyusun/mengembangkan bahan pembelajaran Courseware authoring – LMS dan LCMS merupakan variasi software e-learning nan sudah lalu banyak digunakan dan terbukti handal dalam penerapan sistem e-learning. Akan tetapi sistem ini juga memiliki sejumlah kelemahan. Pelecok suatu kelemahannya adalah sebagian besar dari sistem ini kurang mencamkan daya suai adaptability, fleksibilitas, dan interelasi sosial. Bahkan pada sebagian kasus, fitur-fitur kolaborasi dan fitur analisis hubungan sosial dinonaktifkan yang menyebabkan pengelola sistem tidak bisa mengetahui hal-situasi yang madya dikerjakan makanya komunitasnya. Oleh karena itu, privat perkembangan teknologi saat ini, konsep perhubungan sosial dan kepedulian sosial mulai diterapkan dan menerimakan pengaruh yang berarti terhadap kolaborasi dan pendedahan. Dengan adaptasi konsep ini dalam teknologi, siswa bisa berserikat, meningkatkan kemampuan psikologis, dan keterampilan sosialnya. Oleh karena itu, muncullah paradigma yunior dalam belajar yang disebut CSSL Computer Supported Social Learning. Di internal Computer Supported Social Learning terdapat konsep Social Learning Network nan bertujuan buat mendorong penggunanya memiliki pengalaman bau kencur dalam belajar menunggangi jejaring sosial Social Network yang telah dilengkapi dengan konsep kepedulian sosial. Jejaring sosial atau social network SN yakni sebuah jejaring’ yang memuat interaksi sosial dan hubungan interpersonal. Secara lebih rinci, social network / SN yaitu sebuah petisi atau laman yang memungkinkan pengguna bagi berkomunikasi suatu sama tidak dengan kaidah silih ki beralih informasi, komentar, wanti-wanti, gambar, maupun audio-video. Privat Social Network Sites SNS seperti Facebook, Instagram atau Twitter, konsumen difasilitasi untuk melakukan interaksi, komunikasi, dan kooperasi Greenhow, Robelia, & Hughes, 2009. Dengan kata lain, mekanisme bersosialisasi melangkahi jaringan ini telah terbukti bisa meningkatkan hubungan interpersonal dan memfasilitasi komunikasi nonverbal melewati media seperti audio-video maupun gambar. Dengan berkomunikasi melalui sarana ini, interaksi interpersonal menjadi lebih dekat. Oleh karena itu, beralaskan kurnia inilah berbagai situs jejaring sosial didorong untuk dimanfaatkan dalam pengajian pengkajian. Social Learning Network/s SLN/SLNs atau Jejaring Sosial untuk Pembelajaran, menurut Kordesh 2000 adalah koneksi interpersonal menerobos interaksi dengan maksud utama kerjakan pengembangan maklumat. Secara bertambah rinci, SLN merujuk pada beberapa fenomena, adalah Eksploitasi Social Network SN bagi pembelajaran dalam pendidikan formal. Pemakaian SN oleh para pelajardalam sebuah kolaborasi/diskusi yang dilaksanakan secara informal. Eksploitasi laman yang secara khusus dirancang untuk pembelajaran melalui jejaring sosial Social Learning Network atau SLN. Penggunaan SLN yang secara partikular dikembangkan sendiri maka dari itu temperatur. Social Learning Network/s SLN/SLNs ini dapat memperkaya pilihan jenis jenis software e-learning yang bisa digunakan kerjakan mendukung pembelajaran di era maju. Latihan Soal jenis tipe software inferior maya Mari bakal latihan soal online berikut ini cak bagi memaksimalkan hasil membiasakan Anda. Demikianlah jabaran mengenai Jenis Keberagaman Software pendukung e-Learning nan bisa kami sajikan. Hendaknya bermanfaat dan sampai cak bertemu kembali di artikel berikutnya
Di Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah munculnya e-learning atau pembelajaran elektronik. E-learning memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi para pelajar untuk belajar secara online tanpa batasan waktu dan dibalik kepraktisannya, terdapat komponen pendukung yang memainkan peran penting dalam kesuksesan e-learning. Dalam artikel ini, Brebesnesia akan mengenalkan beberapa komponen penting yang mendukung sistem Platform E-LearningKomponen utama dari e-learning adalah platform yang menyediakan lingkungan virtual untuk pembelajaran. Platform e-learning biasanya berbentuk situs web atau aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses materi pelajaran, tugas, ujian, dan interaksi dengan pengajar dan sesama pelajar. Beberapa platform e-learning populer termasuk Moodle, Blackboard, dan Google Konten PembelajaranKonten pembelajaran adalah inti dari e-learning. Komponen ini mencakup materi pelajaran yang disajikan dalam format digital, seperti teks, gambar, video, dan audio. Konten pembelajaran harus disusun dengan baik, mudah dipahami, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penggunaan multimedia dalam konten pembelajaran dapat membantu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman Interaksi dan KolaborasiE-learning bukan hanya tentang belajar sendiri, tetapi juga tentang interaksi dan kolaborasi antara pelajar dan pengajar. Komponen ini mencakup fitur seperti forum diskusi, ruang obrolan, dan kolaborasi dalam tugas kelompok. Interaksi dan kolaborasi ini memungkinkan pelajar untuk saling berbagi pemikiran, memperdalam pemahaman, dan memperluas Evaluasi dan Umpan BalikEvaluasi merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Dalam e-learning, komponen ini mencakup tugas, ujian, dan kuis yang digunakan untuk mengukur pemahaman pelajar. Sistem e-learning juga harus menyediakan umpan balik yang konstruktif dan informatif untuk membantu pelajar meningkatkan prestasi Dukungan TeknisDalam lingkungan e-learning, dukungan teknis menjadi komponen yang sangat penting. Pelajar dan pengajar harus mendapatkan dukungan teknis yang memadai untuk mengatasi masalah teknis, seperti masalah koneksi internet, akses platform, atau masalah perangkat keras. Dukungan teknis yang responsif dan efektif sangat penting untuk menjaga kelancaran proses Keamanan dan PrivasiDalam era digital, keamanan dan privasi menjadi hal yang sangat penting dalam e-learning. Komponen ini mencakup langkah-langkah untuk melindungi data pribadi pelajar dan menjaga kerahasiaan informasi penting. Sistem e-learning harus memiliki kebijakan keamanan yang ketat dan menjaga privasi pengguna dengan menggunakan enkripsi dan perlindungan telah menjadi bagian integral dari dunia pendidikan modern. Untuk mencapai kesuksesan dalam e-learning, komponen pendukung yang telah disebutkan di atas harus dipertimbangkan dengan baik. Dengan platform e-learning yang kuat, konten pembelajaran yang baik, interaksi yang bermakna, evaluasi yang efektif, dukungan teknis yang handal, dan keamanan yang terjamin, e-learning dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif dan inklusif di era digital Artikel Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS
Komponen E – Learning Dalam membangun suatu aplikasi e – learning, maka dibutuhkan komponen – komponen diantaranya 1. Infrastruktur ,diantaranya dapat berupa PC, notebook, jaringan komputer, koneksi internet, serta peralatan-peralatan multimedia pendukung lainnya seperti pengeras suara, kamera dan lainnya. 2. Aplikasi e-Learning , merupakan suatu program pendukung yang fungsinya dapat memvirtualisasikan proses belajar mengajar pada umumnya konvensional. 3. Konten Pembelajaran , konten pembelajaran yang dapat digunakan pada sistem e-learning dapat berupa teks dengan gambar seperti buku pada umumnya, atau dapat juga konten multimedia yang sudah dilengkapi ilustrasi dari konten, seperti animasi pembelajaran dengan materi tertentu. Manfaat E – Learning Manfaat e – learning untuk peserta didik, diantaranya 1. Fleksibilitas belajar yang tinggi , yaitu peserta didik dapat mengakses bahan- bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. 2. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan instruktur setiap saat karena yang berperan sebagai instruktur adalah komputer dan panduan – panduan elektronik yang dirancang oleh “contents writer”, designer e-learning dan programmer. Manfaat e – learning untuk pengajar atau instruktur, diantaranya 1. Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi, 2. Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak, 3. Mengontrol kegiatan belajar peserta didik. Bahkan instruktur juga dapat mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang, 4. Mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu, 5. Memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada peserta didik Jadi, keuntungan penggunaan e – learning secara umum yaitu 1. Menghemat waktu proses belajar mengajar 2. Mengurangi biaya perjalanan 3. Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan infrastruktur, peralatan, buku-buku 4. Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas 5. Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan LMS Learning Management System