Sensitifitastelinga akan mulai menguat dari tingkat respon yang lemah pada sub-bass, menuju tingkat level yang lebih akurat, saat bass berada pada frekuensi mid-range yaitu sekitar 300 Hz. Mid-range. Telinga manusia akurat pada frekuensi mid-range. Tingkat akurasi tertinggi terletak pada frekuensi di sekitar 1 kHz.
ujicoba untuk sound system, audio, system full frekuensi#djenak #djfullbass #djterbaru #lagubaru #ceksound #soundsistem #soundcek #soundcheck #audiomusik
Padaumumnya, pengaturan equalizer di low mid range dapat dilakukan di frekuensi apa saja di sekitar 250 - 500 hz namun lebih sering dipusatkan disekitar frekuensi 300 dan 400 hz. Bagian terendah dari range frekuensi lower mid ( 250 hz - 350 hz ) disebut juga dengan range frekuensi upper bass yang biasa dinaikkan pada track vocal terutama vocal wanita untuk membuat suaranya terdengar lebih tebal.
Instrumenuntuk cek sound clarity.Icik2 cetuk cetung jleg gleeerrr#ceksound
mobilinanews(Jakarta) - Dalam sebuah sistem SQL yang baik, tentu saj dibutuhkan suara SQ dengan tonal akurasi yang baik pada setiap bagian frekuensinya seperti high, mid high, mid low dan tentu saja low frekuensi. "Kita butuh suara yang tidak saja benar tetapi juga bagus," terang Atok Purnomo, juri SQ-SQL nasional.
Namunkasus yang paling sering terjadi adalah pada tweeter yang sering putus atau terbakar, penyebabnya adalah frekuensi mid terlalu besar, untuk itu wajib memakai equalizer,crossover atau komponen untuk memotong frekuensi yang tidak diinginkan. Frekuensi 20Hz - 60Hz Sub-bass 60Hz-200Hz Bass 200Hz-600Hz Low Mid 600Hz-3KHz Mid 3KHz-8KHz High Mid
Converterini mempunyai kelebihan dalam hal ketepatan pembagian frekuensi. Titik potong penyilang nya pun lebih jelas dan loop frekuensi yang terpotong lebih tuntas, sehingga frekuensi yang dibatasi akan lebih baik dibandingkan dengan rangkaian pasif. overlap antara frekuensi high, mid dan low dapat dibagi dengan baik. Bahkan setiap titik potong dapat dirubah dengan sangat flexibel hanya dengan merubah besaran R, L maupun C variable.
Caramemisahkan karakter speaker mid high - low sub dengan satu power#karakterspeaker#karakterpowerTag:Cara memisahkan karakter speaker mid high - low sub de
iqr8SH. Bagi para joki sound system tentunya wajib tahu atau mengenali dasar-dasar fungsi dari setiap komponen pada sound system, hal yang paling penting adalah pada frekuensi, dimana para joki wajib tau jenis frekuensi karena kalau sampai tidak tau ya pasti akan selalu bermasalah pada power maupun speaker . Setiap speaker atau power memiliki karakter dan fungsi masing-masing, untuk itu sangat penting memahami ilmu ini, saya sendiri juga masih belajar jadi mohon maaf bila ada kekeliruan ataupun kesalahan. Penyebab speaker dan power sering jebol seingkali tidak disadari karena setiap kali live sering tidak menyadari frekuensi yang tidak seharusnya ikut nimbrung dan akhirnya akan membuat speaker/power bekerja secara brutal. Contoh saja bila frequensi mid pada speaker 10" kemasukan frekuensi low maka kerja speaker akan sangat liar dan bisa membahayakan speker. Namun kasus yang paling sering terjadi adalah pada tweeter yang sering putus atau terbakar, penyebabnya adalah frekuensi mid terlalu besar, untuk itu wajib memakai equalizer,crossover atau komponen untuk memotong frekuensi yang tidak diinginkan. Frekuensi 20Hz - 60Hz Sub-bass 60Hz-200Hz Bass 200Hz-600Hz Low Mid 600Hz-3KHz Mid 3KHz-8KHz High Mid 8KHz-20KHz High Frekuensi 20Hz-60 Hz adalah sub-bass atau biasa di pakai untuk subwoofer dan jenis speaker yang cocok adalah martin, g-sub dan jenis box speaker yang memiliki ruang lebih besar, frekuensi ini biasa disebut Glerrr... Frekuensi 60Hz-200Hz Frekuensi ini biasa di pakai untuk bass alias njeduk, frekuensi ini cocok untuk jenis box speaker seperti turbo atau horn folded seperti 1850 Frekuensi low mid 200Hz-600Hz , frekuensi ini cocok untuk speaker 15" Frekuensi 600Hz-3KHz adalah karakter midlle atau biasa dipakai untuk speaker 10" 3KHz-8Khz frekuensi ini biasa dipakai untuk tweeter dengan voice coil yang sedikit besar 100-300watt 8KHz-20KHz High frekuensi yang biasanya dipakai untuk tweeter kecil atau juga super tweeter .
Box-Box speaker ada banyak model dan bentuk dan pastinya memiliki karakter berbeda beda, ada Sub bass,Low Sub, Low Mid, Mid Low, Mid Hogh, High Mid dan masih banyak lagi yang lainya, dengan banyaknya karakter box tersebut ada beberapa orang yang masih bingung tentang frekuensi tersebut. Ada yang bertanya apa sih bedanya Low Mid dan Mid Low? memang sekilas mirip namun karakter suara yang dihasilkan cukup beda. Inilah Pengertian frekuensi dan penjelasanya. Range frequency 40 Hz – 80 Hz range frequency sub bass atau low bassRange frekuensi terendah yang biasa ada dalam sebuah lagu adalah range frekuensi 40–80hz dengan pengaturan equalizer yang dipusatkan di sekitar 50hz .Range frekuensi ini dinamakan range frekuensi sub bass / low banyak suara yang memiliki frekuensi sekitar 20–40hz, namun suara tersebut biasanya bukanlah suara dari alat musik kecuali untuk beberapa jenis pipe organ. Kick drum, bahkan bass guitar pun tidak memiliki frekuensi di range tersebut nada terendah dari senar bass guitar memiliki frekuensi 41hz. Dengan demikian pada banyak kasus, range frekuensi 20-40hz dipangkas habis menggunakan HPF high pass filter atau low cuts frequency sub bass / low bass umumnya diatur dengan equalizer untuk memberikan “power” kedalam sebuah instrument ataupun keseluruhan lagu. Range frekuensi tersebut tidak akan terdengar jelas ketika anda mendengarkan lagu pada level volume yang pelan ataupun mendengarkan lagu menggunakan speaker kecil. Dengan demikian, agar anda dapat mengatur range frekuensi sub bass / low bass dengan benar, maka anda harus mengatur equalizer sambil mendengarkannya pada level volume yang keras, kemudian mencobanya pada level volume yang dipelankan. Sebaiknya anda juga mendengarkannya pada speaker stereo system yang besar maupun kecil sebagai Hz – 250 Hz bass range frequencyMengatur equalizer pada range frekuensi bass yang berkisar antara 80-250hz dengan pengaturan equalizer yang umumnya dipusatkan pada frequency sekitar 100hz atau 200hz, akan mempengaruhi “ketebalan” dari sebuah instrument ataupun sebuah lagu. Pada track guitar dan bass guitar, di naikkannya gain di sekitar frekuensi 100 hz biasanya akan menambah suara terdengar lebih “bulat”. Namun anda harus berhati-hati karena jika anda memberikannya secara berlebihan akan membuat suara guitar ataupun bass guitar terdengar “berdentum”.Pada beberapa kasus, gain di sekitar frekuensi 100 hz pada track guitar bahkan diturunkan untuk membuat suara guitar tersebut terpisah dari suara bass guitar, dan mengurangi suara dentuman dari track konsekuensinya adalah not-not yang dimainkan pada range frekuensi tersebut menjadi terdengar samar. Biasanya, untuk membuat not–not tersebut kembali terdengar jelas, anda perlu menambahkan sedikit gain pada frekuensi disekitar 200 track vocal, frekuensi di sekitar 200 hz menentukan keutuhan dari suara vocal yang direkam. Namun frekuensi di range ini seringkali dipotong agar suara vocal terdengar terpisah dari instrument-instrument lain. Kecuali jika anda telah mengatur equalizer dan menaikkan gain di frekuensi high pada track vocal dan membuat suaranya terdengar tipis, dinaikkannya gain di sekitar frekuensi 200 hz biasanya akan mengembalikan ketebalan suara vocal Hz – 500 Hz lower mid range frequencyMengatur equalizer pada frekuensi di sekitar 250–500 hz dapat memberikan aksen pada ambience di studio rekaman anda serta menambahkan kejernihan pada suara bass dan instrument string yang bernada rendah seperti cello, ataupun nada rendah dari piano dan gain yang berlebihan di range frekuensi ini dapat membuat kick drum dan tom terdengar seperti terbuat dari kardus atau karton, sehingga untuk track–track tersebut serta track cymbal frekuensi lower mid biasanya dipangkas umumnya, pengaturan equalizer di low mid range dapat dilakukan di frekuensi apa saja di sekitar 250 – 500 hz namun lebih sering dipusatkan disekitar frekuensi 300 dan 400 hz. Bagian terendah dari range frekuensi lower mid 250 hz – 350 hz disebut juga dengan range frekuensi upper bass yang biasa dinaikkan pada track vocal terutama vocal wanita untuk membuat suaranya terdengar lebih Hz – 2 kHz mid range frequencyMengatur equalizer di mid range sering di lakukan untuk membuat suara instrument terompet ataupun yang berkarakter hampir sama terdengar jelas biasanya sekitar 500 hz sampai 1 khz, atau untuk membuat efek suara gain di mid range juga dapat menambah attack dari track bass guitar biasanya di 800 hz dan 1,5 khz. Sama halnya dengan nada-nada rendah dari track rhythm guitar yang juga dapat terdengar lebih memiliki attack jika gain di frequency 1,5 khz instrument guitar, piano dan vocal, gain dari mid range frequency ini lebih sering di turunkan. Menurunkan gain di frequency 500-800 hz untuk track gitar akustik dapat membuatnya terdengar lebih jernih, sementara menurunkan gain di frequency 800 hz pada track vocal dapat menurunkan suara sengau serta membuatnya terdengar lebih “bulat” dan track snare drum, penurunan gain di frequency 800 hz dapat menghilangkan kesan suara kHz – 4 kHz upper mid range frequencyRange frequency ini menentukan efek attack dari rhythm instrument juga percussive instrument. Pengaturan equalizer dapat diaplikasikan di frekuensi mana saja di range ini, namun biasanya di pusatkan sekitar frequency 3 kick drum, menaikkan gain di frequency 2,5 kHz dapat memberikan attack pukulan dengan karakter a beater, sementara 4 kHz memberikan karakter hardwood. Frekuensi–frekuensi ini dapat pula memberikan attack lebih jelas pada tom dan guitar pun seringkali di berikan sedikit attack dan pemisahan suara dengan cara mengatur equalizer di range ini. Sementara untuk track vocal, sedikit boosting sekitar 1 dB – 3 dBdi mid range akan membuat vocal tersebut terdengar lebih menonjol. Namun menambahkangain terlalu berlebihan dapat membuat syllables dari vocal sulit untuk di reduksi dan membuatnyatidak enak didengar. Pada track background vocal, umumnya mid range frequency di turunkanagar terdengar lebih “transparan“.4 kHz – 6 kHz presence range frequencyMengatur equalizer pada frequency di range ini dapat membuat track vocal ataupun instrument melodi lainnya terdengar lebih dekat dan lebih jelas. Namun jika berlebihan dapat membuat suaranya terdengar kasar. Pengaturan equalizer di range ini umumnya dipusatkan disekitar frequency 5 kHz – 20 kHz treble range frequencyPada dasarnya, range treble frequency ini menentukan kejernihan dari instrument. Pengaturan equalizer di range ini biasanya a di sekitar frequency 7 kHz, 10 kHz dan 15 “S” pada vocal biasanya memiliki frequency sekitar 7 kHz, membuat frequency tersebut biasanya diturunkan. Namun anda harus hati-hati pada saat menurunkannya karena dapat membuat vocal terdengar “tumpul”.Breath sound dari track vocal biasanya terdengardi frequency 15kHz keatas. Pada garis besarnya mengatur equalizer untuk track vocal adalah menghilangkan aksen “S” yang terlalu kasar dan memberikan breath sound yang 7 kHz juga merupakan “metallic attack” dari frekuensi drum, sementara 15 kHz merupakan desisan bagi track cymbals. Ketika mengatur equalizer secara keseluruhan, frequency 10 kHz digunakan sebagai penambah level kejernihan secara umum.
In room acoustics, the low frequency range is treated differently from the mid and high frequency ranges. This isn’t due to fundamentally different physical properties. But in the low frequency range, the wave lengths are so long that it’s not practical to pretend that sound behaves like light, which works in the high frequency range. Some low frequencies can be hard to dampen and can linger in the room for a long time. These modes aren’t necessarily a bad thing per se. But they become a problem when they cause a non-linear reverberation in the low frequency range, where certain frequencies stand out. This applies especially to situations where modes accumulate at some points in the frequency spectrum, while holes appear elsewhere. To further complicate things, rooms don’t behave homogeneously in the low frequency range. There may be local build-ups or attenuations. Generally speaking, the low frequencies are most pronounced near the walls, ceiling, floor and in the corners. In order to achieve a uniform reverberation, it’s possible to target the low frequencies with special absorbers bass traps.